Kamis, 26 Februari 2009

3 Principals of Tree

Pohon, mungkin sebagian dari kita belum memahami bahwa pohon merupakan simbol dari sebuah kehidupan dunia dan akhirat, boleh dikatakan pohon adalah sebuah perumpamaan, bisa keyakinan, individu, bahkan kelompok. Nah saya mencoba menyatukan itu semua dengan perumpamaan di dalam sebuah perusahaan (corporate). Seperti yang saya gambarkan dibawah ini :





Bila proses didalam Islam kita mengenal istilah Iman - Islam - Syariah atau Aqidah - Ibadah - Muamalah. Dimana apabila Iman / Aqidah kita kuat bagai akar yang sehat maka Islam / Ibadah kita pun bagai batang akan kuat, serta akan menghasilkan sikap perbuatan yang baik sesuai Syariah / Muamalah sebagai buah / daun yang baik.

Bila proses didalam Corporate kita mengenal istilah Management - Operasional - Customer atau S.O.P. - Kinerja - Profit. Dimana apabila Management / S.O.P. kita kuat bagai akar yang sehat maka Operasional / Kinerja kita pun bagai batang akan kuat, serta akan menghasilkan sesuatu yang baik menjadi Customer / Profit sebagai buah / daun yang baik yang sangat menguntungkan perusahaan.

Semoga kehidupan kita menjadi lebih baik (kesempurnaan hanya milik Allah SWT), baik itu didalam urusan Agama maupun pekerjaan. Kebanyakkan dari kita merasa cukup puas dengan batang alias beribadah atau kerja yang super giat, tapi bila ibadah tidak menghasilkan perbuatan yang baik atau kerja tidak menghasilkan profit untuk apa kita berpura-pura dalam urusan dunia dan akhirat?.....Marketing by Ethics is the answers…

Kamis, 22 Januari 2009

The Domino Effect

In present people are really connected, sometimes it has a good effect but sometimes it has a bad effect. We realize the power of Blog, Vlog, FaceBook, Youtube, Online Forum, etc, can changes people habits to expressed their full expression on the net, that’s because their information and communication has no borders anymore. Maybe, all of ours plan to vacation starting from the Internet, maybe what will we buy of some product it starting from the Internet.

When they feels not comfortable from our first impression, it will make people are not interest for what you offer to them. Just make a good first impression, build super mutual relationship with your customer, ask them in the next day they purchase and treat them as your partner in business also build your sales person character in your company as a “trusted business advisor”, don’t play “hit and run”. Customer are your real sales person, why?...they can be your budget less advisor for your product to other people, if their disappointed with you, trust me your company bad news is free to blow up into the surface, they write their “anger” on the newspaper, magazine, on the blog, etc, that can make your company have a bad perception from other people. And the most important things is, confirming your customer for what you offer to them, make them (your customer) our advisor for what they expect, want, and needs from our company, make a pooling on the Internet for what will you offer to them.

We as a Marketer must find the way to getting out from the Crowd, market are getting Crowd, customer are getting Crowd, product are getting Crowd. Find your brand differentiation, make your brand character is different from others. It’s the brand character that can pull the Crowd. It’s like selling ice cream in the snowy place, selling sand in the dessert, selling fist in the ocean, etc.

So, get out from the Crowd and create a good effect from your customer to recommend your company and what you offer to other people…

The New Wave Marketing!...

The New Wave Marketing!...this is the new age of Marketing that use mobile, experiental, and social tools for our Marketing activity, I realize it even before I attend The MarkPlus Conference 09 at Pacific Place the Ritz Carlton-Jakarta by Mr. Hermawan Kartajaya with The New Wave Marketing for it's conference theme. But sometime we don't realize what we have done with our concept before someone talk to public about it.

I just want to share a little bit knowledge that I know about The New Wave Marketing, first the mobile tools, it's use such mobile technology like Mobile Phone, PDA, Blackberry, Pocket PC, etc. People in present are so mobile, they can read our promo, our air voucher by Mobile Phone, even the air voucher will replace the conventional print voucher. Because the internet user is increase more than 73 % for it's user than other media like TV or Radio...Second the experiental tools, our differentiation is our main tools when people doing repeat buyer or order, try to make a good first impression then maintain the mutual relationship with your customer, don't over promise under deliver...third the social tools, your customer is your real sales person!...why?...because people prefer hear some testimonial from friends for buying such product, or by the social online media with two way communication and they can expressed their expression without any shy anymore such as facebook, youtube, wikipedia, my space, blog, etc. they will buy from what their hear and leave for what they hear too. Community and membership is the effective promotion, your company will get budget less promotion, like the Motorcycle community when they get touring for the long distance trip it's like your company mobile banner that doing promo without any cost.

It's up to you to go down to earth and get low budget high impact Marketing or still use the conventional Marketing that have high budget by the TV ad, etc and the impact is still can be predicted...In present, people are really connected...

Sabtu, 03 Januari 2009

MARKETING MIX ≠ It’s A Simple Marketing

Marketing Mix, merupakan formula yang dikemukakan oleh Jerome McCarthy yang menyimpulkan bahwa Marketing adalah 4 P’s. 4 P’s ini terdiri dari Product, Price, Place, dan Promotion, atau Produk, Harga, Tempat, dan Promosi. Walau saat ini Marketing telah melalui proses dan perubahan yang ekstrim, seperti situasi, kondisi, dan pasar yang berubah-ubah sampai para “Marketer” pun sulit memprediksi apa yang akan terjadi di pasar masa depan.

Maka dari itu kita sebagai Marketer tidak perlu berfikir dengan rumus Marketing yang sulit-sulit, cukup menerapkan Marketing Mix yang baik dan “agak beda” (harus punya diferensiasi), mulai dari memformulasikan 4 P yang sesuai dengan perusahaan kita, meneliti (lewat internet, blog, pooling, forum, dll) yang mudah, serta mengaplikasikan atau menjalankannya.

Product, adalah Value yang kita tawarkan berikut service-nya. Price merupakan Cost yang dikeluarkan customer yang harus sesuai dengan Value dari Product yang ditawarkan. Place adalah infrastructure yang harus dibangun sesuai dengan Product dan Price. Ketiga hal ini (Product, Price, dan Place) adalah Content yang kita miliki. Kemudian Promotion adalah Context atau cara yang sesuai untuk mengkomunikasikan Product, Price, dan Place kita.

Setelah kita mendapat keempat formulasi tersebut yaitu Marketing Mix atau 4 P yang sesuai dengan yang kita tawarkan, kita bisa memposisikan diri melalui feedback yang diberikan customer kepada kita, karena kita tidak mungkin membuat positioning yang nyata terlebih dahulu sebelumnya, seperti “Uniquely Singapore” para pelancong akan menemukan bahwa Singapore itu unik setelah mereka merasakannya. Pihak Singapore pun bisa membuat tagline seperti itu juga tidak main-main. Hal itu harus melalui proses yang panjang, walau kita harus bisa memformulasikan positioning ini sesuai dengan corporate culture atau budaya yang kita miliki, dan hal itu (positioning) hanya tinggal menunggu waktu dimana customer-lah yang akan memberitahukan posisi kita ini ada dimana. Fokus dan terapkan dengan konsisten Marketing Mix anda.

So, just re-mix your Marketing Mix…

Sabtu, 22 November 2008

Marketing VS Sales

Saat ini paradigma dari kebanyakan perusahaan masih menyamakan fungsi Marketing dengan Sales, padahal kalau dilihat dari sisi bahasa pun sudah jelas berbeda, Marketing berasal dari kata Market yaitu pasar dan fungsi dari Marketing pun menjadi memasarkan atau mencari pasar. Hal ini memiliki sudut pandang yang berbeda dari Sales yang berasal dari kata “jual” atau “bagian penjualan”.

Bahkan saya sependapat dengan Bapak Marketing Indonesia bahkan Asia yaitu Hermawan Kartajaya, dengan menyatakan bahwa saat ini Market lebih penting dari Marketing-nya dan Marketing sebagai suatu fungsi di satu departemen sudah mati alias tidak relevan lagi karena semua departemen di suatu perusahan harus memiliki value atau nilai-nilai Marketing. Oleh karena itu sudah sebaiknya fungsi Marketing dan Sales dipisah agar proses dari pencarian pasar dan target penjualan dapat berjalan dengan sempurna, walau Sales pun harus memiliki value dari Marketing.

Marketing ini seperti never ending story, dimana Inovasi harus stay sustainable atau tetap berkelanjutan jangan sampai kita kehabisan ide dan biarkan tiap-tiap individu di perusahaan memberikan saran dan kritik kepada kita karena setiap SDM adalah sebuah intangible asset yang belum tergali segala idenya. Bagian Sales pun demikian beratnya dengan segala beban target yang ada di kepalanya, biarkan mereka ber “Inovasi” agar mereka tidak merasa terbebani oleh perusahaan dan malah akan menghasilkan sesuatu yang mengejutkan seperti hal-hal baru dari pemikiran mereka sendiri, ya tapi tetap sesuai etika dan koridor perusahaan kita. Yang penting jangan kaku dan jadikan setiap individu menjadi asset yang tidak ternilai, gali segala potensi mereka.

Bagaimana menurut anda?...Semua kembali kepada kebijakkan perusahaan anda…

Customer Satisfaction

Ada 3 (tiga) hal yang dapat menjadi prioritas bagi kita seorang marketer untuk kepuasan pelanggan, yaitu :

Excellent Services
Brand Value
Quality of The Product

Kalau boleh saya jelaskan satu persatu apa yang saya sebutkan diatas adalah, yang pertama, kenapa services saya tempatkan di bagian pertama?...karena services adalah hal yang vital bagi customer dan masalah pelayanan adalah simbol dari interaktif di antara perusahaan dan customer, bila baik maka positioning di benak customer tentang perusahaan kita akan baik pula, bila buruk maka yakinlah bahwa customer tidak perlu kita beri insentif untuk membicarakan hal tersebut kepada orang lain dimana hal tersebut akan merusak brand kita.

Yang kedua, brand value sangat penting karena hal yang terpenting setelah services adalah sebuah brand yang dapat dipercaya oleh khalayak ramai dimana akan memudahkan kita sebagai marketer untuk memasarkan.

Ketiga, quality of the product, kenapa?...walau zaman sekarang every business is a services business (setiap usaha adalah usaha pelayanan) tetap saja masalah produk yang memiliki kualitas baik yang akan memuaskan customer, misalnya sebuah barang yang bisa diukur kualitasnya maupun sebuah pengalaman “ngopi” ala Starbucks yang sesuai tagline mereka adalah “the real coffee experience” dan starbucks memposisikan diri sebagai tempat “ngopi” ketiga setelah rumah dan kantor.

Oleh karena itu ketiga hal ini merupakan hal yang patut diprioritaskan oleh kita agar kepuasan pelanggan jangan hanya menjadi simbol perusahaan belaka. Bagaimana menurut anda?...